Thursday, November 24, 2016

Isu Dibalik Kejadian 411

Berawal dari kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta (non aktif) yang menimbulkan berbagai macam reaksi dari seluruh rakyat Indonesia, khususnya kaum muslimin, beragam argumen dilontarkan untuk menanggapi kasus tersebut. Fokus kepada kaum muslimin yang berpendapat bahwa hal itu adalah penistaan agama dan harus dihukum sesuai dengan perundangan Indonesia. Maka, muncullah aksi yang dilakukan oleh sekitar 2 juta kaum muslimin yang dikenal dengan nama “Aksi Damai 411”.
Perdebatan muncul di kalangan muslimin sendiri terkait dengan aksi tersebut, ada yang pro dan kontra. Kalangan yang pro menganggap bahwa aksi ini adalah bentuk pembelaan kita terhadap Islam, sedangkan yang kontra berpendapat bahwa tidak perlu dilakukan aksi tersebut karena pemerintah sedang melakukan proses hukum terhadap kasus tersebut, aksi tersebut hanya akan memecah persatuan dan kesatuan rakyat. Perbedaan ini menyebabkan kaum muslimin saling menjelekkan satu sama lain.

Seharusnya tidak perlu ada saling menjelekkan di antara kaum muslimin, tidak perlu merasa bahwa yang ikut aksi lebih baik dari yang tidak ataupun sebaliknya. Sikap yang harus kita kedepankan adalah husnuzhon sesama kaum muslimin. Perbedaan pendapat tidak serta merta menjadikan kita terpecah apalagi saling menghujat satu sama lain. Kekurangan kita sebagai umat Islam selama ini adalah kita masih kurang berilmu, khususnya dalam menanggapi dan menyimpulkan suatu hal. Kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah merupakan hal yang harus dilakukan saat ini. Selama ini, kita masih jauh dari dua pedoman hidup kita selaku umat Islam.

Hal penting yang harus dilakukan juga adalah mendoakan negeri tercinta kita, Indonesia. Karena do’a merupakan salah satu usaha yang harus kita lakukan. Doa memiliki kekuatan yang kadang di luar dugaan kita sebagai manusia, tentunya semua itu atas izin Allah ta’ala. Jadi, mari doakan negeri kita ini semoga menjadi negeri yang diberkahi oleh Allah ‘azza wa jalla dan ambil hikmah dari kejadian ini.

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Sopan dan Santun :)