Monday, October 17, 2016

Perpecahan Umat Islam di Masa Khulafaur Rasyidin

Perselisihan yang terjadi pada saat kepemimpinan Khulafaur Rasyidin terjadi pada masa pemerintahan Utsman bin Affan. Dengan ditandai adanya isu yang menyebar bahwa pada masa pemerintahan Utsman kursi pemerintahan banyak terdapat dari keluarga Utsman. Hal ini belumlah tepat, karena pada pemerintahan sebelumnya keluarga Utsman sudah terjun dalam pemerintahan.
Namun kondisi semakin genting dalam pemerintahan, Utsman wafat dalam keadaan terbunuh. Sehingga muncul perselisihan dan perbedaan pendapat diantara umat Islam. Pendapat yang pertama yaitu mencari pembunuh Utsman serta mengqishosnya, sedangkan pendapat yang lainnya yakni mencari pengganti khalifah Utsman. Hal inilah yang akan mengantarkan kepada perang pertama dikalangan umat Islam yang dinamakan dengan perang Jamal.
Adapaun faktor lain yang menyebabkan terjadinya perpecahan umat Islam pada saat itu dimana terdapat dari kalangan umat Islam yang berkhianat dengan mengadu domba umat Islam yang kemudian disebut sebagai orang-orang munafik.
Pada perang Jamal ini yang terlibat yakni Zubair dan Aisyah Radiyallahu ‘anha berperang dengan Ali bin Abi Thalib dan pasukannya. Namun pada akhirnya dua pasukan ini kembali berdamai. Selain dari perang Jamal yang terjadi dalam umat Islam, ada pula perang Siffin yakni peperangan antara Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyyah, yang melatarbelakangi peperangan ini yaitu Muawiyyah ingin pembunuh Utsman dijatuhi hukuman qishas namun Ali bin Abi Thalib ingin dibaiat terlebih dahulu sebelum menjatuhi hukuman tersebut. Akhirnya timbul konflik antara Ali dengan Muawiyyah.
Muawiyyah tidak mengakui Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah dan akhirnya meletuslah perang Siffin. Kemudian perang tersebut berakhir dengan tahkim atau kesepakatan. Dari pendukung Ali diwakili Amr bin Ash. Keduanya menyepakati untuk damai dan muawiyyah akhirnya mengakui kekhalifahan Ali.
Dalam kemimpinan Ali, ada dua Qubu diatara umat Islam.
Pertama: mereka yang mengikuti Ali secara berlebihan yang sangat memuliakan ahlul bait yang biasa disebut dengan Syiah.
Kedua: mereka yang keluar dari barisan kepemimpinan Ali yang disebut dengan Khawarij. Adapun khawarij ini mereka yang memahami bahwa pelaku dosa besar adalah kafir. Dan inilah kekeliaruan pemahaman dari khawarij yang mana pada masa Rasulullah pelaku dosa besar Rasulullah masih menyolatkannya. Sehingga bisa dikatalan bahwa pemahamanlah yang menjadinya ada perbedaan diantara ummat Islam. Selagi masig ada iman di hati umat muslim dan menjadikan Allah sebagai Tuhannya, dan Rasulullah sebagai utusan-Nya, maka kita adalah bersaudara dalam akidah Islam.


Wallahu a’lam bi showab

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Sopan dan Santun :)