Saturday, September 5, 2015

Kaidah Dakwah itu...


Tak sedikit yang bilang dakwah adalah amanah yang harus ditopang bersama sama, dakwah adalah cinta yang ia bisa meminta semuanya. Memang Dakwah adalah mengajak untuk amar ma'ruf nahi mungkar.  Sangat disayangkan jika kita terlalu memaksa dalam proses dakwah itu, karena dakwah memiliki tahapan tahapan dalam 10 Kaidah Dakwah dari Jum'ah Amin Abdul Aziz :

1. Qudwah (teladan ) Sebelum dakwah (ajakan)

Prinsip menjadi teladan terlebih dahulu sebelum mengajak orang adalah yang utama. terkadang kita sebagai dai melupakan hal ini. Kita harus menunjukkan keteladanan kepada objek dakwah kita, apa dan bagaimana seorang muslim. Jangan sampai kita mengajak mereka untk melakukan sholat di sepertiga malam sedang kita tertidur dalam nyenyak. Baiknya seorang aktivis dakwah membiasakan kebiasaan kebiasaan baik.
Hal ini juga di terangkan dalam firman Allah :

أَتَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ ٱلْكِتَٰبَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ 
“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri…” (QS Al Baqarah: 44) 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ ۝ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُوا۟ مَا لَا تَفْعَلُونَ 
“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan ? Sungguh besar murka di sisi Allah bila kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan.” (QS Ash Shaff: 2-3) 

2. Ta'lif (Menjalin keakraban ) sebelum Ta'rif (Pengenalan Ajaran)

Bisa juga diartikan mengikat hati sebelum kita mengenalkan dakwah kita kepada objek dakwah. Agar tidak kaget. Karena tidak sedikit orang yang tidak suka dengan sesuatu yang asing. Atau tetiba kita memberi nasihat menyuruh ini itu berbicara dengan kata kata yang susah difahami, Maka kedekatan atau keakraban akan perlahan mengikat hati objek dakwah kita. Ini yang di contohkan Rasullulah dengan berdakwah dengan keluarga terdekat dahulu, sebab keluarga terdekat memiliki kedekatan hati.

3. Ta'rif (pengenalan) sebelum Taklif (pembebanan)

Kenalkan terlebih dahulu kemuliaan dan kesempurnaan Islam. membuat objek dakwah kita bangga dengan berislam. kenalkan dari yang ringan ringan. Tidak tiba tiba mengharamkan ini mengharamkan itu, ini boleh ini enggak boleh.yang terpenting dengan pengenalan ini memiliki pondasi yang kokoh tentang islam. 
Kita jangan terlalu tergesa menuntut segala sesuatu harus benar benar kepada objek dakwah. Itu juga telah dicontohkan rasullulah dengan berdakwah setahap demi setahap.Begitu juga penurunan Al quran juga dilakukan secara berangsur angsur.

4. Tadarruj (bertahap)

Rasullulah mengajarkan syariat kepada umatnya juga bertahap. Dimulai dari penguatan akidah sampaiu kepada hal hal muamalah. Artinya setiap manusia memiliki tahapan dalam belajar. tidak Hantam Kromo ( disamaratakan) . Ibarat makan dalam sehari 3 kali waktu menjadi satu waktu saja . semua kudu bertahap :) 

5. Taysir (mempermudah) sebelum ta'sir (mempersulit)

Terkadang kita membuat islam terkesan sulit di hadapan orang orang awam. Penh dengan tuntutan , peraturan dan larangan larangan yang dianggap tak lazim. Padahal islam itu mudah . Namun mereka yang tidak tahulah menganggap islam sult atau bahkan mempersulit dirinya sendiri. Di dalam islam ada rukhsah (keringanan) dan itu adalah sebuah karunia Allah atas hambaNya . Jika kita sedang dalam perjalanan jauh maka sholat boleh di jamak sholatnya.
Yang perlu dicatat : Islam itu mudah, namun jangan sampai memudah mudahkan~

6. Ushul (pokok) sebelum furu' (cabang) 

terkadang kita terbalik meletakkan hal ini. terlalu fokus pada hal hal furu' ketimbang ushul . apalagi sampai berdebat debat masalah furu' yang justru melupakan kita pada hal hal yang pokok Menjalin persatuan umat itu wajib maka jangan sampai kita semua berselisih pada hal hal cabang yang tidak lebih penting dari hal pokok.

7. Targhib (kabar gembira ) sebelum tarhib (ancaman)

Dalam berdakwah , kita wajib berkata bain dan menyampaikan hal hal baik pula. Khususnya bagi objek dakwah yang masih awam akan islam. menyampaikan islam dengan ringan namun mantab!

8. Tarhim (memahamkan ) sebelum talqin (doktrin)

Dakwah adalah upaya mengajak orang menemukan atau kembali ke jalan yang benar dengan kesadaran, bukan paksaan. Kita tidak boleh berdakwag dengan mendoktrin , menakut nakuti atau dengan mencuci otak.
9. Tarbiyah (pendidikan ) sebelum Ta'riyah (menjatuhkah)

Dakwah membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Maka butuh pembimbing untuk mendidikinya dalam hal ini. yang jelas jangan sampai menjatuhkan objek dakwah kita. Yang benar adalah memenangkan mereka dalam pembicaraan, menenangkan dan menjelaskannya secara halus. Menegur jangan sampai menghina, mendidik jangan sampai memaki
10.Tilmidzu ustad (muridnya guru) bukan tilmidzu kitab (muridnya kitab)

Ilmu tentang apapun tidak cukup hanya dnegan membaca buku. Buku itu keras, jika dibanting akan tetap keras, .Kita membutuhkan seorang guru sebagai penjelas.
Setelah mengetahui kaidah kaidah tersebut ada kah niat mundur untuk mensholehkan lingkungan ?
mari berintrospeksi :)

Disadur dari buku Fiqh Dakwah dan Jangan Berdakwah , nanti Masuk Surga



0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Sopan dan Santun :)