Tuesday, April 22, 2014

Mutiara Cinta Rahmat-Nya


Mutiara Cinta dalam Rahmat-Nya
Dliya Ul Fikriyyah

 Penahkah hati jengkel dengan hidup? Tubuh terasa lelah dan cape dengan segara problematika yang ada? Serasa hidup ini adalah kejenuhan tiada akhir. Tak perlu penelitian hingga survey secara mendalam, tanyalah pada hati dan diri sendiri, maka itulah jawaban yang hakiki. Hidup itu perjuangan, dimana kita bersungguh-sungguh melawan nafsu, kemaksiatan dan kedhaliman. Dunia memang tempatnya berlelah-lelah, tempatnya bercape ria dengan segala amanah dan persoalan yang tersaji dalam piring peristiwa berhikmah, namun di balik itu semua akan ada kebaikan yang kita peroleh, bukan nikmat dunia yang fana, namun keridhoan Allah yang akan menghantarkan jiwa pada kenikmatan yang hakiki. Tak perlu merasa duka, jika kelelahan adalah teman, namun berbahagialah karena itu artinya dirimu telah menjadi manusia yang sewajarnya dan mengetahui peran dan amanah yang seharusnya dilaksanakan.

Teringat pada sifat Allah Yang Maha Rahman dan Rahim. Rahman artiya kasih sayang yang Allah berikan kepada seluruh makhluk, tak peduli ia beriman atau kafir. Dan Rhim yang merupakan kasih sayang Allah yang akan diberikan hanya kepada orang-orang yang beriman saja, dan kasih sayang ini hanya akan Allah berikan 1% di dunia dan 99% di akhirat.

Banyak orang kaya harta, jabatan tinggi dan popularitas namun ia tidak merasakan keahagiaan. Namun banyak pula orag yang kurang harta, berpenghasilan oas-pasan bahkan kekurangan, namun ia dapat merasakan kebahagiaan dan kenikmatan hidup. Hal ini tidak dapat terdefinisi dengan hal-hal material atau terindera saja, namu hal ini bersifat metafisik, spiritual, yang hanya dapat dirasakan oleh hati.

Hal yang membuat hati dapat merasakan kebahagian hakiki ini adalah Rahmat Allah, yang Dia berikan hanya kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Dalam QS. an-Nur : 56 dapat dianalisis siapakah orang yang dapat mendapatkan Rahmat Allah itu,

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿٥٦﴾

Artinya :

“Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat.  “ (QS.an-Nur : 56)

Dari ayat tersebut, kita dapat mengambil intisari pesan yang disampaikan yaitu bagaimana caranya agar dapat termasuk kedalam orang yang diberi Rahmat, yaitu :

1.                  Laksanakan Shalat

Shalat disini bukan sebatas shalat tanpa arti dan dilaksanakan hanya sebagai penggugur kewajiban belaka, namun ada rasa khusu’ dan tunduk di dalamnya. Menutut Ustadz Syahori Abdurrouf, perihal shalat ini termasuk kedalam printah Ta’abudiyyah.Ta’abudiyyah yang artinya tunduk, menghamba pada Allah semata, dan ketundkan ini dapat kita rasakan dan terlihat saat shalat. Dalam shalat, gerakan dan bacaannya merupakan sesuatu yang sudah dtentukan, yakni telah dirisalahkan oleh Rasulullah SAW., kepada sahabatnya, umatnya hingga sampai pada generasi muslim sekarang ini. Tak ada yang berani menmbah-nambah dalam shalat ini, taka da yang berani mengotak-atiknya, baik secara gerakan, bacaan, waktu shalat dan syarat-syarat dalam shalat. Hal ini menunjukan ketundukan dan penghambaan kepada perintah Allah.

Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa untuk mendapatkan rahmat-Nya, salah satunya adalah memerankan peran kita sebagai hamba yang baik, taat dan tunduk pada segala perintah-perintah-Nya. Termasuk menjalankan amanah, berbuat kebaikan, beribadah dan segala aktivitas yang dapat mendekatkan diri kepada Rabb seluruh alam.

2.                  Tunaikan Zakat

Zakat adalah termasuk rukun Islam. Esensi dari zakat ini adalah menolong, berbagi dan memberisihkan harta. Karena di setiap rezeki yang Allah berikan pada seseorang, sesungguhnya di dalmnya terdapat hal orang-orang miskin, Karena itulah zakat sangat dianjurkan. Meningat pesan zkat ini adalah sebagai jalan untuk menolong sesame, maka dapat dikatakan zakat adalah perintah Allah yang berupa Ijtima’iyyah. Artinya perintah agarkita peduli dan menjadi baik kepada sesame, memperbaiki hubungan kita dengan sesama, dengan cara bebagi dan tolong menolong dalam kebaikan.

3.                  Taatlah kepada Rasul

Rasulullah adalah suri tauladan yang agung dengan akhlak mulia ynag melekat dalam dirinya yang dapat menyinari seluruh alam semesta, bukan hanya manusia saja yang dapat merasakan kasih,  sayang dan kebaikannya, namun bumi dan seisinya mendapatkan sinar kebaikan dari beliau. Rasulullah dengan risalah atau sunnahnya telah mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa hidup berorintasi akhirat dengan melakukan berbagai kebaikan dan mencegah keburukan di muka bumi, maka dengan taat kepada Rasul, secara otomatis, kita harus mengikuti risalah dan sunnahnya yaitu menjadi orang yang baik.

Orang baik adalah orang yang sadar ketika dia berbuat baik adalah memang karena dia harus berbuat baik, bukan karena adanya tujuan materi, ppularitas atau pamrih keduniaan. Kebaikan yang hakiki adalah kebaikan yang di dalamnya lepas dari pamrih keduniaan namun sangat kental dengan pamrih akhirat, yakni hanya berorientasi pada satu tujuan, yaitu ridho Allah semata.

Ketika seseorang telah melaksanakan tiga perintah ini, yakni shalat, zakat dan taat pada Rasul, maka dia akan mendapatkan Rahmat Allah. Karena Allah telah menyatakan dalam firman-Nya dalam QS. an-Nur ayat 56 ini, mak\a pasti \itu adalah kebenaran dan pasti dipenuhi.

Laliu, apa sesungguhnya ahmat itu?

Rahmat adalah Anugerah dari Allah yang akan membuat segala sesuatu menjadi kenikmatan dan kebaikan.

Ketika sakit, akan terasa nikmatnya sabar, saat sehat akan terasa nikmatnya bekerja dan beraktivitas menebar kebaikan. Disaat di puji terasa nikmatnya motivasi dari orang lain, dikala dihina terasa nikmatnya diingatkan dengan segala khilaf dan ketidaksengajaan dalam tingkah laku. Ketika dua sisi yang secara umum bertolah belakang ini tetap terasa menganduk nikmat dan kebaikan, maka akan terasa ketentraman dalam hati dan jiwa, seakan semesta telah berharmoni dengan jiwa, taka da kegelisahan, taka da prasangka dan tak ada hal yang sia-sia. Ketika seseorang telah merasakan hal ini, maka dia akan mendapatkan kebahagiaan hakiki dan abadi, tak hanya di dunia namun meliputi kebahagiaan akhirat pula. Hal ini menandakan rahmat Allah telah Allah anugerahkan padanaya.

Maka, berbahagialah orang-orang yang mendapat mutiara cinta dalam rahmat-NYa.

Allahua’lam bi Shoab, semoga bermanfaat. ^_^

Tak perlu merasa lelah dan menderita dengan segala problematika, hadapilah dengan senyum. Tumbuhkan fikroh bahwa “Allah melihat, Allah menilai dan Allah yang memberi balasan.” Manusia mencela, senyumlah, manusia memuji tersenyumlah. Lelah menggerogoti berdo’alah, semangat membara bersyukurlah dan tetap waspdalah. Karena sungguh musuh kita begitu halus bahkan dia dapat mengalir dalam pembuluh darah kita. Sungguh dia alah musuh yang nyata, yaitu Setan yang tak kan berputus asa dalam menggoda manusia agar tergelincir dan terjerat dalam ikatannya menuju penyesalan hakiki, yakni menuju neraka dan azab. Buatlah mereka menyerah dengan ikhlas dalam beramal. Dan keikhlasan hanya dapat di dapatkan dengan terus belajar, bersabar dan berikhtiar meski lingkungan tak mendukung, meski sulit dan penuh tantangan. Inilah nikmatnya Islam, apapun yang ada, apapun yang menimpa adalah suatu kebaikan dan kebaikan. Istiqomah di jalan dakwah, pelihara ikatan ukhwah dengan saudara, tebar benih kebaikan yang akan menumbuhkan bunga cinta pada Allah, yang kelak akan kita petik di Jannah-Nya.

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Sopan dan Santun :)