Thursday, November 21, 2013

TETAP SEHAT TETAP SEMANGAT

TETAP SEHAT TETAP SEMANGAT



Apa yang terlintas dari jargon tersebut? Emm,,, mungkin sekilas kita akan teringat pada pak Bondan. Yang selalu menyebut, “Tetap sehat tetap semangat, agar kita dapat terus berwisata kuliner”

Jargon itu akhir-akhir ini jadi semakin sering saya dengarkan, karena ada salah satu teman yang gak tahu kenapa, suka banget menyisipkan pesan itu di setiap perbincangannya.
Hmmm, jadi sudah kebal, dan gak begitu peka dengan kalimat itu karena saking seringnya disebut-sebut. Justru ada satu teman lain yang nyeletuk begini, “alah...dia tuh ketahuan suka makan, buktinya selalu nyebut-nyebut kata-kata itu,”

Hehehe... entahlah, saya tidak akan memperpanjang persoalan jargon itu. Tapi kejadian-kejadian akhir-akhir ini, membuat saya sedikit merenungi kalimat itu, ternyata memang ada benarnya juga.

Serasa disentil, dan banyak mendapat ibrah dari temen-teman yang kebetulan sedang disayang Allah dengan diberi nikmat sakit. Tanpa sadar sebelumnya, saya memang termasuk orang yang tak begitu peduli dengan pola makan, asupan makanan, dan kondisi tubuh.

Astaqfirullah, berapa seringnya kita malas makan dengan dalih gak suka dengan menu makannya. Berapa sering kita mengeluh gak suka makan sayuran. Berapa sering kita memilih memakan jajanan pinggir jalan yang belum jelas higienis atau tidaknya, belum jelas kandungan gizinya, dan adanya bahan-bahan kimia lainnya yang kemungkinan banyak terkandung. Mungkin kita belum tersadar untuk berpikir jauh saat memilih mengkonsumsi makanan. Yang sering kita pikirkan hanyalah, makanan itu enak di mulut atau tidak.

Tapi sekarang saya benar-benar tersentil.

Kalau kita berpikiran bahwa, “terserah gue lah, mau makan apa kek, gak ada hubungannya juga dengan kalian. Mau makan atau gak makan. Mau sehat atau sakit. Itu semua kan yang ngerasain gue sendiri, gak ada sangkut pautnya sama orang lain, jadi terserah dong apa mau gue...” 

Huh, serasa diri hanya hidup sendiri. STOP !!! betapa egoisnya diri ini jika pikiran seperti itu masih sering terbesit di benak kita.

Hellow, brosist kita hidup bukan untuk hari ini dan untuk diri ini saja, melainkan  kita hidup kemarin, sekarang dan untuk masa depan sampai waktu yang telah ditentukan. Maka, mulailah berpikir, bahwa diri kita itu tidak sepenuhnya menjadi hak milik kita sendiri. Ada hak ibu-bapak selaku orangtua yang melahirkan, membesarkan, merawat dan mendidik kita hingga sampai seperti saat ini. Ada hak teman-teman kita, saudara-saudara kita yang memerlukan kehadiran dan eksistensi kita. Ada hak orang-orang di masa depan kita. Dan yang jelas dan yang paling utama harus kita sadari bahwa diri kita itu adalah ciptaan-Nya, badan kita adalah amanah dari Allah yang sudah seharusnya kita jaga, dan pelihara dengan sebaik-baiknya. So, diri ini justru bukanlah milik kita sendiri, tetapi merupakan HAK bagi orang lain di sekitar kita.

Saat kita malas, makan tidak teratur, kurang minum, dan kita tidak peduli karena merasa tubuh masih kuat. Terforsir dengan kegiatan yang begitu padat tanpa diimbangi dengan konsumsi makanan dan minuman yang cukup. Bagaimana tubuh kita??? Mungkin untuk saat ini masih terasa baik-baik saja,  tapi sadarlah sebenarnya fisik kita menjerit meminta haknya. Cobalah saat ini, sejenak berpikir, kalau terus-terusan begitu, kemudian kita sakit, siapa yang akan direpotkan??? Apa Cuma diri kita sendiri? Tentu tidak. Ada orang tua, sanak saudara, tetangga, dan teman-teman kita yang akan turut terrepotkan atas sakitnya kita.
# Masih mau cuek???

Saat kita malas dan tidak mau makan sayur-sayuran, tapi justru lebih memilih jajan makananan pinggir jalan. Sampai ibu harus berkali-kali “menceramahimu”  dengan tausyiah panjang lebar. Ingatlah, jika kau wanita, kelak kau itu adalah calon ibu, calon istri, yang nantinya lewat rahim kita, akan ada generasi penerus masa depan yang punya hak untuk tinggal secara kuat dan sehat dalam tubuh kita. Bagaimana nanti,  jika sekarang saja kita tidak peduli dengan kesehatan tubuh kita. Salah siapa, jika saat dalam kandungan, banyak problem dan membuat sang calon bayi tak kuat bertahan di tubuh kita? Siapakah yang akan mendidik anak-anak kita kelak hingga mampu menjadijundullah, mujahid-mujahidah pejuang agama ini. Siapa yang akan mengurus suami, menggurusi rumah tangga,  jika ibu dan istrinya sakit-sakitan? Salah satu yang mempengaruhi tentunya pola makan kita, bagaimana kita menjaga kondisi tubuh kita dari sekarang. Sadar dan mulai berbenah !!!

Jika kau laki-laki, kelak kau adalah pemimpin bagi keluargamu, suami dari istrimu dan ayah dari anak-anakmu. Lalu bagaimana jika kau sakit-sakitan? Siapa yang akan mencari nafkah untuk mereka? siapa yang akan memimpin mereka? dan siapa yang akan jadi tulang punggung bagi keluarga? Tentu bukan orang lain, melainkan diri kita sendiri. Makanya jaga lah mulai dari sekarang, bukan hanya nanti atau besok. Sadar dan mulai berbenah !!!
Sekarang mungkin kita akan paham, kenapa ibu kita tak bosan-bosannya mengingatkan kita untuk menjaga pola makan kita, sering makan sayur-sayuran, makan teratur dan tepat waktu, banyak minum air putih, jaga kondisi tubuh. Yaa, beliau tahu persisi peran kita untuk masa depan kita, beliau lebih berpengalaman dari kita. Beliau tahu yang terbaik untuk kita.

So, mulai sekarang STOP makan-makanan gak sehat!!! Banyak makan sayur-sayuran, kalau gak suka sayur yang satu, maka makanlah sayur-sayuran lain yang kamu mau memakannya. Tambah juga dengan buah-buahan. Jangan lupa banyak minum air putih, minimal 1,5 liter per hari. Jaga kebugaran tubuh dengan olahraga juga.

Mumpung masih muda, mumpung masih ada kesempatan dan masih ada waktu. Kalau bukan diri kita yang peduli siapa lagi yang akan peduli.

Tetap Sehat, Tetap Semangat !!!
Pejuang dakwah, ahli ibadah, pejuang ilmu, dan pekerja keras sekalipun ketika dibenturkan dengan kondisi sakit, maka semangatnya tidak akan bisa full 100%, aksinya tidak akan semaksimal ketika ia sehat. Se-militan apapun orangnya, ketika sakit mendera tubuhnya, akhirnya langkahnya juga akan tersendat dan tertatih. Sungguh sangat disayangkan jika potensi-potensi besar dalam diri para militan tak bisa tersalurkan hanya karena diri tak pandai menjaga kesehatan tubuh.

Yaa, mulai dari hal kecil untuk satu hal yang besar. Tetap sehat dan Tetap semangat.
Karena ketika kau sehat, gerakmu akan optimal, aksimu akan maksimal. Berbakti berkarya dan berarti, dengan tubuh sehat dan kuat. Full 100%  :-)
“Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah...” 
So, TETAP SEHAT, TETAP SEMANGAT !!!

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Sopan dan Santun :)