Wednesday, May 1, 2013

TEKAD 2 LDK

 Hari minggu tanggal 21 April 2013, tepatnya pukul 08.00 di ruang 207 Pusat Bahasa UIN sunan Kalijaga dilaksanakan kegiatan TEKAD 2 (Training Kader 2). Training kader ini adalah alur dalam pengkaderan dalam Lembaga Dakwah Kampus (LDK).

Dalam perjalanan organisasi terdapat banyak komponen dan prosedur yang harus diketahui dan dimengerti oleh setiap kader, selain itu setiap kader pun harus memahami dan menghayati visi serta tujuan dari organisasi tersebut. Hal ini menjadi penting karena eksistensi keaktifan seseorang dalam suatu organisasi di dorom oleh maksud dan tujuan yang jelas yang akan di capainya, sehingga setiap kader memiliki alasan yang jelas dalam keikutsertaannya dalam organisasi tersebut. 
Hal tersebutlah yang menjadi alasan dari terselenggaranya training kader 2 bagi kader-kader baru. Agar tujuan dari kegiatan training ini tersampaikan secara efektif, maka materi yang disajikan pun berhubungan dengan dasar-dasar pengetahuan yang bersifat visioner dan memupuk jiwa-jiwa aktivis dakwah yang memahami di jalan mana ia berjalan dan keana tujuannya. Materi yang disajikan dalam training kader ini adalah Fikih dakwah, Fikih Prioritas dan amal jama’i.

Materi pertama disampaikan oleh Ustadz Robert Edi, beliau adalah aktivis yang sangat aktif dan sudah memiliki banyak pengalaman dalam hal keorganisasian. Beliau menyampaikan materi Fikih dakwah. Di dalamnya terpaparkan perihal bagaimana seorang da’i memahami di medan mana ia berdakwah, sasaran yang seperti apa yang di hadapi dan mengenai metode dan komponen-komponen dakwah yang wajib dipahami oleh setiap kader dakwah. Dari penyampaian beliau yang harus menjadi perhatian setiap kader dakwah adalah metode dan prinsip dakwah. Seorang kader dakwah haruslah cerdas dalam memanage metode dakwahnya. Metodenya ini pun bukan hanya meliputi dakwah lisan melalui jalan kajian-kajian dan ceramah belaka. Namun, harus mencakup pada dimensi-dimensi kehidupan lainnya. Maka dari itu seorang kader dakwah harus memiliki modal prinsip yang teguh, yakni akhlak mulia dan keyakinannya terhadap keimanan kepada Allah SWT. Selain itu kader dakwah pun harus memiliki potensi diri sehingga dapat digunakan sebagai sarana dalam menyebarkan dakwah, seperti wawasan, kecakapan verbal dan dapat mempengaruhi. Maka daripada itu, seorang kader harus memiliki rasa percaya diri, madiri, berdikari dan berilmu.
Materi kedua disampaikan oleh Ustadz teguh, beliau menyampaikan materi  fikih prioritas. Disini seluruh kader diberi pemahaman perihal dasar-dasar prioritas dan bagaimana caranya dan faktor yang menjadi pertimbangan dalam memilih suatu prioritas. Dalam hal ini setiap kader diharapkan dapat merubah mindsetnya dalam beraktifitas dan dapat memilih suatu kegiatan atau agenda yang memiliki kemaslahatan yang lebih banyak daripada yang lain, serta diharapkan dapat memanage waktunya.

Dan materi terakhir adalah materi tentang amal jam’i. Materi ini disampaikan oleh aktivis-aktivis kampus. Di dalamnya mereka menjabarkan perihal pengertian komponen organisasi, yakni pemimpin dan yang dipimpin beserta peran-perannya masing-masing. Materi ini pun memberi gambaran kepada kader mengenai kesatuan dan kerjasama antara pemimpin dan yang dipimpin serta yang di pimpin dengan partner kerjanya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah satu sistem. Dengan artian bahwa organisasi adalah suatu wadah yang menyatukan berbagai unsur (kader) dengan tujuan dan visi yang sama. 

Hal inilah yang menjadi pokok-pokok materi yang disampaikan dalam training kader 2 ini. Selain materi dan bekal secara normatif, terdapat tujuan kedekatan disetiap kader yang mengikuti Training kader ini. Terlihat dari penyajian materi yang di aplikasikan dengan cara pembagian kelompok dan diskusi antar kelompok. Hal ini dapat memupuk rasa kebersamaan antar kader, kerjasama dan menciptakan intuisi kedekatan secara tidak langsung.
 
Namun, training kader 2 ini tidak akan memiliki nilai kegunaan, jika kader tidak melakukan tindak lanjut dari materi dan pengalaman yang disampaikan dan dirasakan selama training kader. Maka dari itu, setiap kader diharapkan terus mengembangkan diri dan meningkatkan potensi-potensi dan bakatnya setta tetap memiliki eksistensi dan partisipasi dalam setiap kegiatan-kegitan organisasi Lembaga Dakwah Kampus.

Jalan dakwah bukanlah hal yang mudah, namun bukan pula jalan yang tidak mungkin dijalani. Tujuan dakwah adalah menggapai ridha Allah SWT dengan jalan jihad. Jihad diartikan sebagai perjuangan, jalan yang menjadi fitrah setiap manusia yang hidup di bumi ini. Dimanakah kader-kader akan berjalan? Ataukah hanya akan menjadi penonton dunia dan terbawa arus tanpa daya? Hidup dengan perjuangan akan memiliki makna. Dan dakwah adalah suatu jalan fitrah dalam hidup jihad ini.
Tetap istiqomah kader-kader dakwah, berdikarilah, kembangkanlah diri dan ikutilah setiap proses pentarbiyahan dari Allah dalam hidup ini, termasuk problematika dakwah ini. Pegang teguhlah prinsipmu, maka rintangan kefuturan dan kemalasan akan dapat tertembus. "Barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya." Lalu apa alasan berpaling dari dakwah? Nothing.. ^^

1 comment:

Berkomentarlah dengan Sopan dan Santun :)