Wednesday, May 15, 2013

Serasehan & Diskusi

Serasehan & Diskusi
Perspektif Kesetaraan Gender Amina Wadud

Senin 07 Mei 2013, senja itu, di atas bentangan hijaunya rumput taman Convention Hall, departemen Syi’ar LDK UIN SUKA mengadakan serasehan dan diskusi bersama dengan tema perspektif kesetaraan gender Amina Wadud, yang  dibersamai oleh Ustd. Ahmad Zainuri, mahasiswa pasca sarjana UIN SUKA. Kemudian dilanjutkan dengan acara buka bersama.

Tepat pukul 16:30 WIB serasehan dan diskusi dimulai dengan ucapan Basmalah dari MC yang dilanjutkan dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, sebagai wujud kita memohon keridhoan Allah SWT dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.

Yang kemudian disambung langsung dengan penyampaian materi yang dipaparkan oleh Ustad. Ahmad Zainuri. Amina Wadud, seorang perempuan muslim sarjana Amerika yang fokus pada penafsiran Al-Qur’an. Amina Wadud ialah seorang perempuan yang dipandang sebagai muslimah feminis dan menganggap dirinya sebagai reformis Islam. Dimana dia pernah menggemparkan dunia, khususnya dalam dunia Islam karena tindakannya yang menjadi imam dalam shalat yang dilakukan di dalam sebuah Gereja.

Membahas tentang kesetaraan gender memang sangat menarik pada masa sekarang ini. Dalam Al-Qur’an tidak ada  satu ayat pun yang menyebutkan atau          merendahkan seorang perempuan. Justru dengan Al-Qur’an, telah banyak membawa perubahan terhadap status perempuan dan kedudukannya dalam masyarakat.

Meskipun demikian, Amina wadud percaya bahwa tetap ada perbedaan antara perempuan dengan laki-laki, sebagaimana yang terkandung di dalam Al-Qur’an yakni terletak pada biologis atau anatomi antara perempuan dengan laki-laki.

Sebagaimana yang dijelaskan Ustd. Ahmad Zainuri dalam artikel yang ditulisnya, Allah SWT menyebutkan perempuan di dalam  Al-Qur’an bahwa mereka memiliki kedudukan yang sama dengan laki-laki. Sehingga dalam masalah keadilan sosial, Amina wadud mengharuskan adanya penentangan terhadap sistem patriakhi. Tetapi juga bukan untuk mengharuskan sistem matriakhi. Seharusnya, terbentuk kerjasama  yang efisien dan kemerataan sistem.

Ustd. Ahmad Zainuri menutup pemaparannya yang panjang lebar mengenai kesetaraan gender dalam perspektif seorang muslimah Amerika “Amina Wadud”, yang kemudian disambut dengan tanya-jawab penuh atusiasme dari para peserta yang mengikuti diskusi, terutama peserta yang akhwat, karena pembahasan dalam diskusi lebih banyak  mengenai kedudukan perempuan.

Tepat pukul 17:25 WIB diskusi ditutup dengan pembacaan do’a dari akhina Arief selaku MC dan kemudian para peserta bersama-sama menunggu detik- detik waktu berbuka. Tak menunggu lama kumandang adzan pun terlantun dari Masjid UIN SUKA, pertandan acara buka bersama yang ditunggu-tunggu telah tiba, dibawah remang-remang senja di sore hari menjelang malam.

            Bersama merekat ukhuwah, dalam jamuan buka puasa penuh keberkahan, membuat sesiapa yang larut di dalamnya enggan untuk melewatkan seteguk kesejukan yang terbangun. Alhamdulllah, maka nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan???


Oleh: Huspia Pipi

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Sopan dan Santun :)