Wednesday, May 1, 2013

2 Wajah Aktifis



Ada tiga hal fundamental yang mutlak dibutuhkan dalam sebuah gerakan. Pertama adalah Ideologi. Kedua adalah manusia, ketiga adalah sumber daya. Ketiganya adalah hal yang harus dimiliki sebuah gerakan untuk menyempurnakan perannya. ideologi memetakan dimana posisi dan peran gerakan akan dimainkan. Ideology menjadi landasan untuk memahami kejadian dalam keadaan. Ideology mempolakan tingkah laku berdasarkan orientasi dan norma norma gerakan yang diusungnya. Keseluruhan dasar ide dan gagasan itu terangkum dalam sebuah wadah, yaitu pemikiran manusia.

 Ideology adalah tenaga, ideology adalah energy, dan energy memerlukan medium agar bisa terukur dan terlihat secara kasat mata. maka kita sebut medium ideology itu adalah manusia, sebagai factor fundamental yang kedua. Ideology memberikan energy, kemudian manusialah yang menjadi mediumnya. Manusialah yang akan menunjukkan ideology itu. Dari cara bicara,berfikir, mengambil keputusan. Dsb. Gabungan antara ideology dan manusia itu kemudian akaan menjadi sebuah unsur yang siap memberikan ledakan-ledakan idealismenya.

Namun ideology sebagai energy, dan manusia sebagai mediumnya tidaklah cukup menjamin bahwa kesatuan antara dua variable itu akan memberikan kerja yang tepat, efektif dan efisien. Maka kemudian kita mengenal hal fundamental yang ketiga, yaitu Sumber Daya. Sumber daya dalam hal ini bisa disebut dengan “alat distribusi kekuatan”. Dengan alat itu distribusi menjadi lebih efisien,efektif, dan tepat sasaran. Alat alat structural, ide ide kreatif, potensi potensi individu menjadi bagian dari variable sumber daya itu.

            Maka kemudian jika kita melihat realitas gerakan sekarang, gerakan kini memiliki dua wajah yang tidak utuh. Wajah pertama adalah wajah gabungan antara Manusia + ideology saja, Wajah ini adalah wajah aktifis-aktifis idealis. Aktifis idealis yang tidak berdaya, terjebak romantisme, pemimpi dan rapuh dalam kenyataan. Gagasan ideology mereka sangat kuat, wawasannya luas, diskusinya kuat, namun tidak mempunyai sumber daya. Gagasan mereka akan berhenti dalam tataran praktis, diskusi mereka belum mampu merumuskan konsep bersama yang solid untuk memberikan perubahan yang berarti. Terjebak dalam tradisi berfikir analitis, tapi tidak solutif. Mereka naik daun dengan tulisan tulisan mencerahkan, intelektual yang cerdas. Namun tidak pernah terlihat kiprahnya di lapangan.

            Kemudian wajah yang kedua adalah wajah gabungan antara Manusia+Sumber daya saja. Wajah ini adalah wajah aktifis aktifis lapangan. Aktifis yang banyak bekerja, tekun dalam tataran teknis, mengerjakan pekerjaan secara kreatif, namun pengetahuan ideology gerakan yang minim, tidak mempunyai ruh idealisme. Machine on command, mesin mesin yang taat perintah. Mereka kurang bisa menalarkan sebab-akibat, kurang kritis. Bahkan cenderung sebagai golongan orang orang yang hanya “dimanfaatkan”. Atau bahkan dalam tahapan yang lebih cerdas, akan ada aktifis akifis pragmatis. Yaitu aktifis aktifis yang “mengerjakan” untuk “mendapatkan”, untuk kepentingan material, kepentingan ego pribadi, atau bahkan kepentingan kekuasaan.
###
            Maka anda yang mengaku sebagai seorang aktifis, mari introspeksi diri. Apakah anda termasuk aktifis ideologis saja atau aktifis lapangan/pragmatis saja?. Sudah menjadi apa anda sekarang? Bagaimana peran anda? Sudah mampukah anda memposisikan diri terhadap orang lain? Sudahkah ide gagasan anda memberikan solusi yang nyata? Sudahkah anda mengetahui hakikat dari hal hal yang anda lakukan? Apakah anda sekedar “Not Action,Talk Only”? atau anda adalah “mesin mesin” yang mengerjakan perintah?

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Sopan dan Santun :)