Tuesday, March 5, 2013

MERAJUT UKHUWAH DALAM KEBERSAMAAN



Ahad, 24 Februari 2013, pagi itu hari begitu cerah, mentari menyambut dengan penuh kehangatan, tak tampak kemuraman di wajah awan dan langit. Semuanya cerah ceria, seperti halnya wajah para kader LDK pagi itu.


Sejak pukul 06.30 kami telah melangkahkan kaki-kaki kami menuju kampus tercinta, meskipun hari itu hari Ahad, hari di mana kami seharusnya tak perlu untuk pergi ke kampus. Tapi beda dengan kami, hari Ahad ini benak-benak kami dipenuhi dengan rasa rindu yang menggebu. Rindu akan kebersamaan, rindu akan semangat ukhuwah, sehingga menggerakkan kaki-kaki kami untuk bersama berkumpul di depan Poliklinik.


Ada apakah di sana???


Disana bus telah dengan setia menanti kehadiran kami. Bus yang akan menghantarkan para pejuang dakwah perindu ukhuwah menuju ke salah satu tempat di bumi Allah. Subhanallahu, meski harus menunggu dan terus menunggu, semangat kami tak luntur, kami masih setia menunggu. Dan akhirnya tepat pukul 08.00, bus ukhuwah ini melaju jua, membawa jiwa-jiwa yang tak pernah lapuk oleh segala tantangan dan cobaan.  


Perjalanan yang hanya begitu saja, namun cukup bermakna bagi kami. Cukup bermakna untuk saling menjalin ukhuwah agar semakin erat, walau hanya dengan obrolan sederhana penuh canda dan tawa, namun justru disana jiwa-jiwa itu semakin terpaut erat… Yaaa… kami berbeda-beda, tapi kami satu. Kami satu dalam bingkai ukhuwah Islamiyah, Subhanallahu,, sungguh indah ukhuwah di antara kami.


Hingga tak terasa perjalanan selama satu jam terasa begitu singkat berlalu. Pukul 09.00 kami telah sampai di tempat yang kami tuju. “Pantai Goa Cemara” tempat yang kami harapkan akan mampu memupuk benih-benih ukhuwah di antara kami agar semakin tumbuh subur.


Mengambil tempat di bawah pohon-pohon cemara yang begitu rindang dan sejuk, kami berkumpul. Dan acarapun segera dimulai, dibuka oleh akh.Arief Hidayat selaku pembawa acara, membuka acara pagi itu dengan lafaz basmallah. Dan satu yang membuat suasana pagi itu begitu terasa istimewa dan berbeda dari yang lainya, yaitu ketika akh.Hengky melantunkan ayat suci 

Al-Qur’an dengan begitu merdu dan khusyuknya. Jiwa-jiwa ini terasa begitu sejuk, seolah dibawa terbang ke alam yang begitu mempesona hingga tak satupun ingin beranjak pergi. Kesyahduan begitu amat terasa ketika ayat-ayat suci itu dilantunkan di tengah keriuhan yang ada di sekelilingnya, tak peduli seramai apapun kondisi di sekelilingnya, namun dengan lantunan ayat suci-Nya mampu menetramkan setiap jiwa dan hati para pendengarnya. Bahkan tampak beberapa anak kecil yang awalnya sibuk asyik dengan dunia mainnya, ketika mendengarkan lantunan itu mereka tertarik untuk sejenak duduk mengikuti kami….. Subhanallahu,,,


Tak cukup sampai di sana, selanjutkan akh.Ibnu Rusydi memberikan sambutan sekaligus tausyiah singkatnya yang meskipun hanya sebentar namun cukup membangkitkan semangat hati-hati yang sempat terlena. Allahu Akbar. 


Untuk memompa semangat dan juga tenaga, kami menyantap sarapan bersama sebelum acara sertifikasi angkatan al-azzam dimulai. Meski hanya dengan sebungkus nasi, namun itu terasa begitu istimewa dan begitu nikmat tatkala sebungkus nasi itu kami nikmati bersama-sama. Ada keseruan tersendiri ketika kami menikmati santapan pagi itu, ketika daun-daun cemara tanpa sengaja jatuh bercampur dalam nasi … gelak tawapun muncul diantara kami -hehehe…kapan lagi bisa merasakan sensasi makan seperti itu-


Selesai santap sarapan, semua peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Di sana setiap kelompok diminta untuk membangun kekompakan, membuat yeal-yeal dan menyiapkan satu penampilan yang akan ditampilkan di akhir acara. Sementara itu, para pinitia berpencar sesuai tugas masing-masing di pos yang telah di tentukan.


Berbagai games penuh makna menanti di setiap pos. Pos pertama dengan permainan estafet pasir, pos kedua dengan permainan borgol tali, pos ketiga dengan permainan perang bintang dan pos keempat dengan permainan estafet air. Masing-masing permainan memberikan kesan tersendiri bagi setiap kelompok. Ada hikmah yang dapat terpetik sebagai bekal kami dalam mengarungi tantangan dakwah ini.


Lelah, letih, panas terik dan keringat yang mengucur disekujur tubuh terbalaskan ketika perjalanan kami sampai di ujung pantai. Terdengar deru ombak yang seolah memanggil-manggil untuk sekedar disapa. Pandangan mata tertuju pada hamparan laut luas dengan gulungan ombaknya yang pasang-surut. 


“Seperti berada di padang pasir” begitu kesan Ani Hayah, salah satu kader angkatan al-azzam, menuturkan pengalamannya hari itu.


Ketika memandang hamparan pasir yang terbentang luas, disertai teriknya matahari yang menyengat kulit, itu mengingatkan kami akan perjuangan dakwah Rasulullah yang juga tak dapat dilepaskan dari padang pasir. Kami seolah dihempaskan di tempat, dimana Rasulullah dulu berjuang bertaru nyawa memperjuangan Risalah Islam. Seketika kami tersadar, tak pantas kami mengeluh, tak pantas kami berkeluh kesah dan mengaduh kesakitan atapun kelelahan karena hal tersebut tak seberapa dibading perjuangan dan sulitnya tantangan yang dihadapi Rasulullah dahulu. 


Maha Besar Allah dengan segala Penciptaan-Nya. Rasa takjub begitu memuncak dalam benak kami. Hingga membuat para akhwat enggan untuk beranjak dari sana. Merasakan hempasan ombak yang datang dengan tiba-tiba, air laut yang dengan lembut menyentuhkan dinginnya hingga terasa kesejukannya sampai ke hati. Dengan hijab yang tak sedetikpun terhempas dari tubuh, kami merasakan kesyahduan alam di sana. Kami merasakan betapa agungnya Islam dengan segala syariatnya, menjaga setiap insan yang tak enggan untuk melaksanakannya. Kami merasa berbeda tapi kami bangga dengan itu, karena kami merasa Allah menjaga dan berada di sisi.


Puas mengabadikan diri di tengah hamparan laut luas, kamipun beranjak ke tempat dimana kami berkumpul untuk pertama kalinya. Sejenak membersihkan diri dan kemudian melaksanakan sholat Dzuhur. Dan setelah istirahat sesaat dan ketika semua telah lengkap berkumpul, acara kembali dibuka oleh pembawa acara.


Di sana kebersamaan dan kehangatan amat sangat terasa, ketika setiap kelompok menampilkan pertunjukan seni yang telah di sepakati di awal. Dimulai dengan penampilan gabungan dari kelompok Ikhwan yang menampilkan pertunjukan Drama, mengusung lakon dari kisah Ashabul Kahfi. Meski ada yang tak mengerti dengan percakapannya, namun cukup membuat penonton terhibur mendengar percakapan unik dengan logat daerah mereka masing-masing. Dari kelompok akhwat tak kalah kreatif pula, mereka menampilkan pembacaan puisi dengan gaya dan ciri khas yang berbeda-beda. Cukup mengesankan dan menambah kehangatan diantara kami.


Usai pertujukan seni, acara pelantikan angkatan al-Azzam pun dimulai. Dikemas dengan bentuk upacara, acarapun dimulai dengan penuh khidmat. Seluruh peserta dan juga panitia berbaris rapi, teratur. Sampai Ibnu Rusydi selaku Ketua LDK membacakan dengan lantang ikrar pelantikan yang diikuti oleh seluruh peserta. Dengan selesainya pembacaan ikrar, telah resmilah mereka menjadi kader LDK yang siap untuk dimagangkan di tiap departemen yang telah ditentukan.


Seusai upacara dibubarkan, para peserta menerima amplop yang berisi surat keputusan yang menetapkan mereka untuk magang pada departemen tertentu. Beragam ekspresi tersirat dari wajah para peserta ketika membaca surat keputusan yang mereka peroleh. Semoga tiap keputusan yang telah diterima merupakan jalan terbaik yang dipilihkan Allah, dan semoga amanah yang akan diterima nantinya akan dapat dilaksanakan sebaik dan semaksimal mungkin, hingga dakwah ini akan mencapai kejayaannya.


Sungguh tak terasa kebersamaan kami hari itu. Hingga senja pun telah tiba, mengharuskan langkah kami beranjak dari tepat itu. Dengan membawa semangat baru penuh optimisme dan juga ukhuwah yang terajut semakin erat, kami melangkah pulang.


Hari ini, kami tutup lembaran ini dengan senyum manis…. Tergores kenangan indah akan ukhuwah yang terjalin di antara kami. Dan terlantun doa harapan semoga kelak ukhuwah ini berbuah manis, hingga kelak akan ada lagi rihlah-rihlah  selanjutnya, jika bukan di Bumi Allah maka itu di taman-taman surga-Nya…..Aamiin :-)



By:Ratna Ni’Am

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Sopan dan Santun :)