Tuesday, March 5, 2013

Indahnya Mahligai Pernikahan


Lembaga Dakwah Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta telah genap berusia dua tahun. Dengan bertambahnya umur setiap LDK diharapkan bahwa kedepannya bisa tumbuh dan berkembang lebih baik lagi dan itu lah sebabnya LDK SUKA mengambil tema besar dalam milad ke-dua ini dengan tema” bangkit merancang masa depan”

Maka pada hari jum’at, 01 Maret 2013, di Teatrikal Perpustakaan LDK SUKA memperingati milad kedua yang diawali dengan diadakannya seminar pranikah dengan tema”indahnya mahligai pernikahan”, bersama ustad Didik Purwodarsono beserta istrinya. 

Seminar ini tidak hanya dibuka untuk kalangan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, melainkan dibuka untuk semua mahasiswa yang ada di Yogyakarta, serta masyarakat umum.

Seminar Pranikah ini, diawali dengan adanya penampilan sulap, agar peserta tidak merasa jenuh untuk menunggu pembicara datang. Yang selanjutnya resmi dibuka dengan ucapan Bismillah oleh MC akhi Hamzah, dilanjutkan dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Akhi Hengky. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia milad akhi M.Arief dan sambutan dari Akhi M.Ibnu Rusydi selaku ketua LDK saat ini. Sesaat setelah sambutan-sambutan panitia memutarkan sebuah Video yang menggambarkan jejak-jejak dakwah yang telah dijalani oleh kader-kader LDK SUKA dalam rentang waktu dua tahun ini.

Pukul 9:30 WIB, ustad Didik & istri yang ditunggu-tunggu pun tiba, yang di sambut dengan antusias oleh peserta seminar yang ingin mendengarkan pemaparan yang akan disampaikannya. Tidak menunda-nunda waktu ustad Didik langsung memulai pemaparannya. Yang sangat terkesan sebelum ustad Didik memulai materi-materi yang disampaikannya, beliau menegaskan lebih dahulu bahwa acara seminar pagi hari ini, bukanlah hanya sebagai tempat pelarian dari kegalauan yang kita rasakan saat ini, melainkan kita berniat agar kita dapat mencapai ridha Allah SWT semata. Subhanallah,,,pesan yang luar biasa.

Hidup yang kita jalani saat ini memiliki dua fase yaitu fase di bawah usia 40 tahun dan fase diatas 40 tahun. Dimana fase dibawah 40 tahun dibagi dua bagian yaitu dibawah 20 tahun disebut sebagai ulil albab. Masa dimana manusia untuk mencari dan menuntut ilmu. Yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran sebagai berikut:

  Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.(QS.Ali Imran(3):190-191

Yang selanjutnya fase diatas 20 tahun. Dimana seorang manusia telah siap membenturkan idealismenya, termasuk menikah.
Satu hal yang penting yang dapat kita ambil ialah dalam perintah melaksanakan pernikah adalah perintah untuk menikah bukanlah ditujukan untuk orang-orang yang mau melainkan bagimorang-orang yang mampu.

Setelah ustad Didik memaparkan beberapa hal yang menyangkut pernikahan, selanjutnya istrinya menjelaskan pengalamannya dalam membina rumah tangga, sebagai seoarng istri dan seorang ibu yang memdidik keenam anak-anaknya.

Kemudia  pukul 11: 20 ustad didik bersama istri telah selasai memberikan pemaran dan menjawab semua pertanyaan peserta dan siap meninggalkan tempat seminar. 

Acara seminar pranikah ini pun berakhir dengan ditutup bacaan Alhmdulillah dan doa yang dipimpin oleh MC. Meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi seluruh peserta. Dan yang terpenting, ada ilmu baru yang terpetik dari seminar hari itu, yang menjadikan setiap diri yang ikut serta tersadar dan bangkit dari angan panjangnya tentang pernikahan. Bukan hanya berpikir untuk MAU nikah, tapi berpikirlah untuk MAMPU nikah, begitu kurang lebih inti yang dapat kita petik.


By: Huspiatun Amni

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Sopan dan Santun :)