Tuesday, February 19, 2013

Kampus dan Cita-Cita Peradaban


“Peradaban yang besar hanya akan mampu di bangun oleh orang-orang yang memiliki ide dan narasi  yang besar, selanjutnya dengan ide dan narasi besar itu mereka melakukan kerja dan peran yang besar, buah dari itu semua adalah sifat kepahlawanan, oleh sebab itu benarlah sebuah adegium(pepatah) yang mengatakan; pahlawan itu adalah mereka yang melakukan pekerjaan yang tak dilakukan oleh orang-orang kebanyakan...”

Kampus adalah basis intelektualitas dan perubahan. Dari kampuslah lahir ide-ide, narasi, gagasan, konsep, dan cerita tentang perubahan, perbaikan dan kemajuan. Kampus juga merupakan wahana impian para pemimpi dan pekerja peradaban.

Membangun Mimpi Melalui Aksi


Lihatlah! semua peradaban yang pernah dibangun oleh manusia. Semuanya dibangun dan diawali dengan mimpi. Oleh sebab itu bermimpilah dan jangan sekali-kali membatasi impian anda pada ruang batas yang sempit, jadilah pemimpi yang baik, ukirlah mimpi untuk kemashlahatan orang banyak.
Mempunyai mimpi dan narasi yang besar adalah modal utama untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik, langkah selanjutnya, maka berusahalah sekuat tenaga untuk mengaplikasikan mimpi kedalam ranah kehidupan nyata. Awali dalam skup terkecil dan mulailah dari diri sendiri, selanjutnya pastikan tingkah laku, perbuatan, serta aksi kita bisa dirasakan oleh orang lain.
Dari mimpi menuju aksi,,ya itulah hakekat kehidupan kita, dari ilmu menuju amal. Ummat Islam juga harus berbenah, sekarang bukan saatnya lagi terjebak dalam dogmatis agama yang terkadang bersifat parsial-tradisional, masih saja larut dalam irama menyalahkan orang lain yang berbeda mazhab, berbeda cara pandang, mudah mengkafirkan dan membid’ahkan perbuatan orang lain, seolah-olah kebenaran hanya milik mereka dan surga hanya miliknya dan golongannya. Na’uzubillah..

Saatnya Berbenah

Saatnya harus ada gebrakan nyata yang dilakukan oleh para Mahasiswa Muslim. Gebrakan yang mampu memberikan kontribusi yang riil bagi perubahan ummat kearah yang lebih baik.

Para mahasiswa muslim harus tampil memberikan solusi alternatif bagi kompleksitas permasalahan ummat dan dunia. Kemajuan industri, modernisasi disegala bidang telah membutakan mata tentang pentingnya peran spritualitas agama. Akibatnya, agama sudah tak lagi menduduki peran yang penting dan sakral, akan tetapi hanya menjadi unsur pelengkap kehidupan individu. Akibat manusia jauh dari agama, maka terjadilah tragedi kemanusiaan, seperti sifat individualistik, hilangnya spirit kebersamaan,terkikisnya rasa persaudaraan, hubungan seks bebas, hubungan sesama jenis, bahkan yang terbaru di legalkannya pernikahan sejenis di beberapa negara Barat.
Disaat seperti ini Islam harus kembali mengambil perannya sebagai Ustaziyatu al-‘Alam (Sebagai Soko Guru Peradaban Dunia), Islam harus tampil dalam misi universalitas ajarannya, kasih sayang, perdamaian, dan al-Ishlah (memperbaiki),  semuanya dibingkai dalam ilmu pengetahuan, ajaran cinta kasih, dan persaudaraan (al-Ukhuwah). Semoga mahasiswa muslim di kampus-kampus seluruh Indonesia dan di belahan dunia lainnya mampu mengambil peranan ini dan tentunya secara perlahan-lahan mengambil alih peran mengayomi dan memakmurkan dunia dengan nilai-nilai dan semangat Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin... Semoga


Oleh: *M. Syafaat. SH.I
*Ketua Himpunan Mahasiswa Pasca Sarjana Riau Yogyakarta (HMPRY) 2012-2013
*Mahasiswa pasca Sarjana UIN SUKA, Konsentrasi Studi Politik dan Pemerintahan dalam Islam.

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Sopan dan Santun :)