Thursday, January 10, 2013

Bukan Ujian Biasa



Sobat, saat ini kita sedang melaksanakan UAS (Ujian Akhir Semester) gasal. Tentunya kita telah memepersiapkan diri dengan sebaik-baiknya supaya mendapat hasil terbaik. Belajar dengan rajin, berdoa, dan berikhtiar. Atau malah ada yang menyikapinya dengan SKS (sistem kebut semalam), atau malah ada yang tidak mempersiapkan sama sekali dan hanya mengandalkan wangsit?. Lalu bagaimana hasilnya? Hasilnya tergantung dari ikhtiar seseorang.

Kanapa sih mesti ada ujian?
Ujian pada dasarnya adalah untuk mengukur dan meningkatkan kelas/derajat seseorang. Ketika masih sekolah, adanya ujian adalah untuk menentukan layak atau tidaknya seseorang itu naik ke kelas berikutnya serta menguji kadar kompetensinya. Dari kelas 1 naik kelas 2, kelas 2 naik kelas 3, dst.

Kehidupan adalah medan ujian bagi orang mukmin

Tingkat ujian yang lebih besar adalah ujian hidup ini. Manusia hidup dipenuhi dengan ujian. Ujian tidak sekedar berupa penderitaan, kesengsaraan, atau kepedihan yang selama ini orang anggap. Tapi lebih sekedar itu, bahkan kesenangan, kenikmatan adalah bentuk ujian juga yang sering dilupakan manusia.

"..Dan Kami pasti akan uji kamu dengan sedikit rasa takut , rasa lapar, kekurangan harta, kekekurangan nyawa dan kekurangan buah-buahan. Dan berilah khabar gembira kepada orang yg sabar..". [Al-Baqarah: 155]

Allah menguji manusia bukan berarti Allah itu menganiaya manusia, tapi Allah mengujinya untuk mengetahui tingkat keimanan hambaNya, apakah ia sabar meghadapinya atau malah semakin ingkar kepadaNya.  Semakin besar tingkat keimanan seorang hamba, maka semakin besar ujian yang diberikan Allah.

Ada tiga sebab mengapa Allah menguji manusia:
1.    Kifarah
Ujian yang diberikan kepada orang mukmin yang baik yang terlanjur melakukan kesalahan dan dosa sebagai bentuk peringatan. Maka Allah mengujinya untuk menghapus dosa-dosanya tersebut.
2.    Bala’
Ujian yang diberikan kepada orang kafir sebagai bentuk azab karena sebab keingkarannya kepada Allah. Misalnya: Fir’aun yang ditenggelamkan Allah di laut merah, Qarun yang ditenggelamkan di perut bumi, kaum Nabi Luth alaihis salam yang membangkang, dsb.
3.    Ibtila’
Ujian yang diberikan kepada orang baik mukmin yang senantiasa melakukan kebaikan. Misalnya para Nabi yang senantiasa diberi ujian Allah ketika menegakkan kebenaran.

Termasuk yang manakah kita, ketika ujian menghampiri kita??

Surga, balasan bagi orang yang bersabar

Apabila seseorang itu bisa bersabar terhadap ujian yang diberikan Allah, maka surga adalah ganjarannya. Bersabar dari ujian baik, dan bersabar dari ujian buruk.
Orang yang mendapat kenikmatan lalu ia bersabar dengan cara memanfaatkan kenikmatan yang ia peroleh dengan cara yang Allah ajarkan dan ridhai, maka itu baik baginya. Sedangkan orang yang mendapat kesusahan lalu ia bersabar dengan tidak mengeluhkan kesusahannya kepada manusia maka itu baik baginya.
Maka, tinggal bagaimana kita menyikapi ujian yang diberikan Allah.. apakah mau bersabar atau selalu mengeluh…

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Sopan dan Santun :)