Thursday, December 20, 2012

MENJADI PRIBADI SUKSES



Obama, presiden Amerika Serikat bisa kita katakan orang sukses. Bill Gates bisa kita katakan orang sukses. Chairul Tanjung bisa kita katakan orang sukses. Nikita Willy juga bisa kita katakan orang sukses. Semua orang-orang tersebut dengan kriteria masing-masing yang dimiliki, mereka bisa disebut orang SUKSES.

Lalu, sebenarnya apa itu SUKSES???

Bagaimana dengan orang-orang berikut:
-          Saat mereka bisa menolong sesama
-          Saat mereka bisa berbagi ilmu pengetahuan yang dimilikinya
-          Saat mereka bisa membina keluarga bahagia
-          Saat mereka bisa menunaikan kewajiban agama
Apakah mereka itu termasuk orang-orang SUKSES???

SUKSES menurut Al-Qur’an adalah
وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (٢٠١)
Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka"

Jadi SUKSES menurut kandungan ayat tersebut meliputi 3 aspek, yaitu
-          Saat kita memperoleh kebaikan di dunia
-          Saat kita bisa mencapai kebaikan  di saat ajal kita datang, dan
-          Saat kita mendapatkan kebaikan di akherat

Sebenarnya, memang sukses itu meliputi 3 masa (3 M), yaitu:

·         Millineum
Sukses di masa ini, bisa berarti beragam.
Menjadi orang kaya itu boleh.
Bahkan dulu Siti Khadijah saat menikah dengan Rasulullah, kekayaannya mencapai 2/3 kekayaan seluruh kota Makkah saat itu, yang kemudian harta itu digunakan di jalan Allah.
Israel menguasai Palestina juga dengan kekayaannya. Bayangkan saja, 1 rudalnya harganya mencapai 10 M.

Jadi, kaya itu juga sangat penting. Dengan kekayaan kita bisa membantu orang-orang yang membutuhkan, dengan kekayaan kita bisa bersadaqah lebih banyak, dengan kekayaan kita bisa menaikkan haji saudara-saudara kita, dengan kekayaan kita bisa mencerdaskan anak-anak generasi Islam masa depan dan masih banyak hal lainnya yang bisa kita lakukan dengan kekayaan.

Bukankah, orang kaya yang sholih lebih baik dari pada orang miskin yang sholih??
Seperti yang terkandung dalam hadist, bahwa mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.
Begitu juga , ketika kita memiliki kekuatan berupa harta yang banyak, dan kemudian kita mampu menggunakan harta tersebut untuk melakukan kebaikan di jalan Allah, maka Allah akan sangat mencintai kita.

- Jangan hanya hidup mengalir mengikuti arus air, karena hanya ikan matilah yang mengikuti arus.
Kalau ada yang berdalih, ah aku tidak mau neko-neko menginginkan ini-itu, aku mau   hidup sederhana saja. Maka bisa kita katakan salah besar. Yang benar adalah kita harus punya sikap, tujuan, visi-misi yang besar, untuk bisa memberi manfaat untuk orang lain, dan yang sederhana adalah sikap kita.

 
·         Maut
Tidak ada seorangpun yang lolos dari maut, setiap orang pasti akan mengalaminya disaat waktunya tiba nanti. Dan seperti apakah maut kita menjemput besok, harusnya kita sudah mencita-citakannya sejak sekarang. Jika kita menginginkan akhir yang baik, maka kita harusnya menyiapkan dengan baik pula.

·         Masyar
Setelah kita mati nanti, tentunya kita akan di kumpulkan di padang Masyar, di sana setiap perbuatan kita akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah. Sukseskah kita di sana nanti?? Itu semua tergantung dengan perbuatan yang kita lakukan di masa Mellinium sebelumnya.

Bagaimana agar kita dapat SUKSES di 3 masa tersebut???

1.       Sukses with values (Sukses dengan nilai)
 Sukses saja tidak cukup. Harusnya ada nilai yang bisa dirasakan dari kesuksesan kita itu.
-          Nilai sebagai manfaat
-          Nilai yang diyakini
-          Nilai kebaikan (core values)

Ada 5 tipe manusia:
-          Tipe Ibu jari: orang yang berpikir untuk bisa memberi manfaat bagi negaranya, bagaimana memakmurkan negaranya, memajukan negaranya dan segala hal yang baik untuk negara. Contohnya: Presiden, para petinggi negara 

-  Tipe Jari telunjuk: orang yang berpikir untuk bisa memberi manfaat bagi bangsanya. Contoh: para pahlawan

-  Tipe Jari tengah: orang yang berpikir untuk bisa memberi manfaat untuk orang lain/ masyarakat sekitarnya

-       Tipe Jari manis: orang yang berpikir untuk bisa memberi manfaat bagi keluarganya

-       Tipe Jari kelingking: orang yang hanya bisa berpikir untuk dirinya sendiri, dan tidak bisa/ belum bisa memberi manfaat untuk orang lain.
Contoh: ketika kita masih malas-malasan dan hanya bisa meminta-minta kepada orangtua kita. Sudah saatnya kita untuk mandiri, survive, dan sudah saatnya kita giving back pada orangtua kita.

# STOP HIV yang marak melanda masyarakat dewasa ini.
-          Hedonis. Kita bangga bisa menggunakan Hp Blackbarry, sedangkan anak-anak Barat bangga bisa menciptakan blackbarry.
-  Instan: Kita maunya yang serba instan. Maunya sukses instan, tanpa mau berproses sebelumnya, dll.
-       Vested interest: kita hanya memikirkan diri sendiri, tanpa mau berpikir bagaimana memberi manfaat untuk orang lain.

# Bangun 3 P dalam diri kita
a.     Positive
Membangun pikiran-pikiran positive dari dalam diri dapat meningkatkan semangat alam bawah sadar kita. Seperti ketika kita berpikir bahwa kita bisa mencapai sesuatu, maka kita akan benar-benar mampu mencapai hal tersebut, lain halnya jika sejak awal kita telah berpikir bahwa kita tidak akan mampu melakukan suatu hal, maka selamanya kita tidak akan bisa melakukan hal tersebut.
Prinsip tersebut telah diajarkan Rasulullah sejak dulu, yaitu tentang Husnudzan,
Hal tersebut juga ditegaskan dalam hadist, bahwa “Allah sesuai prasangka hamba-Nya”

b.     Persistence (terus-menerus/ tekun)
Abraham Licoln, sempat berkali-kali mengalami kegagalan dalam hidup. Namun hal tersebut tidak mematahkan semangatnya, tidak menyurutkan kegigihannya dalam memperjuangkan kesuksesan, hingga akhirnya ia berhasil menjadi Presiden Amerika Serikat selama 2 periode sekaligus.

Lee Myung-Bak, dulunya hanya seorang mahasiswa biasa dari kelurga tidak mampu, yang kemudian gara-gara ikut berdemo ia ditangkap polisi dan dipenjarakan. Setelah keluar dari penjara, ia memutuskan untuk bekerja, namun berbagai perusahaan tidak ada yang mau menerimanya karena ia seorang mantan narapidana. Akhirnya ia mengirimkan surat kepada Perdana Menteri Korea, mengeluhkan akan nasipnya. Surat tersebut dibaca oleh salah satu sekretarisnya yang akibatnya, ia diberikan pekerjaan sebagai buruh di sebuah pabrik. Dalam perjalanannya, ia kemudian menjadi CEO suatu pabrik ternama, sempat pula menjabat sebagi walikota di Seoul dan akhirnya ia menjadi Presiden Korea sampai saat ini.

Kedua tokoh tersebut dapat kita contoh kegigihannya dan ketekunannya dalam menjalani setiap tantangan dalam hidup, hingga akhirnya ia dapat memetik buah manis dari kerja keras serta kegigihannya. 
Karena intinya adalah keistiqomahan.
 
Maka kita harus berani mencoba, kalau kita hanya berada di zona aman saja tanpa mau mencoba tantangan, jika suatu saat kita mengalami cobaan/ tantangan yang lebih sulit dari biasanya maka kita tidak akan mampu untuk survive

c.       Pray
Dan yang tak boleh dilalaian dari setiap usaha yang kita lakukan adalah doa, seperti yang telah Allah firmankan:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ....{QS.Al-Gafir(40):60 }
 Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
 
# Helpful (Sedekah)
Makna hidup adalah memberi sebanyak-banyaknya bukan meminta sebanyak-banyaknya.
Sedekah itu seperti meminjamkan harta kepada Allah. Padahal hakikatnya semua harta itu milik Allah, yang diberikan kepada kita semua, dan kemudian harta tersebut dipinjam oleh Allah kembali.
Harta yang dipinjam teman saja suatu ketika akan dikembalikan, apalagi Allah yang meminjamnya, tentu Dia akan mengembalikannya, tanpa ada keraguan lagi.

“Hai anak Adam! Infakkanlah hartamu, niscaya Aku akan menambah harta itu.” (Hadist Qudsi)

“Takkan berkurang harta yang disedekahkan, melainkan akan bertambah dan semakin bertambah” (HR.Tirmizi)

Kalau zaman nabi dahulu memaknai perintah “Sedehkahkan sebagian dari hartamu!” kata sebagian mereka maknai dengan sebagian besar dari harta mereka. Sehingga mereka berlomba-lomba untuk sebanyak-banyak mungkin menyedekahkan harta yang mereka miliki.

Tapi sekarang, kata sebagian dimaknai dengan sebagian kecil dari harta yang dimiliki. Contoh umumnya, jika suatu ketika ada uang 1.000an, 20.000an, dan 100.000an di dalam dompet, lalu ada kotak infaq keliling di depan kita, maka uang yang akan dimasukkan ke dalam kotak adalah uang yang paling kecil. Benarkah begitu??? Semoga ini dugaan yang salah... hehehe.

Wallahu’alam bisawaf, yang jelas ketika kita ingin sukses dunia akhirat, maka banyak hal yang harus kita lakukan untuk mencapainya. Jika kita menginginkan akhir yang baik maka kita harus gigih untuk memperjuangkan dengan cara yang baika dan proses yang baik pula.



Berdasar materi pada acara
Talkshow Gema Muharram 1434 H
“Tahun baru, semangat baru menggapai prestasi”
Sabtu, 15 Desember 2012 
Oleh: Muhammad Assad
@GKU Dr.Sardjito-UII



By: Ratna Ni’Am

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Sopan dan Santun :)