Thursday, November 29, 2012

Hidup Teratur



Allah menciptakan segala sesuatu dengan segala keteraturannya, keseimbangannya.Tata surya, matahari, bulan dan planet-planet selalu berada dalam posisinya, mereka bergerak teratur, berputar putar dalam garis putarnya, terartur secara gerak, teratur dalam waktu edarnya. Maha besar Allah yang telah menciptakan segalanya dalam keteraturan yang luar biasa. Dari situlah alam mengajari kita, tentang keteraturan. Belajar darinya tentang pola hidup, kelangsungan dan sunah kehidupan. Itulah rahasia keberhasilan.
Semua orang pasti menginginkan keberhasilan dalam meraih cita citanya. Maka keteraturan adalah kuncinya. Bagaimana seseorang mampu mengintegrasikan antara keinginan, kemauan, sumber daya, menjadi gerak gerak teratur menuju titik keberhasilan yang didambakan. Jelas sudah apa yang diinginkan, jelas sudah kemampuan apa yang kita punya, dan jelas sudah apa yang harus kita lakukan.Dari keteraturan seseorang juga dapat mengukur seberapa berhasil usahanya, telah sampai mana ia melangkah, dan seberapa dekat ia dengan kesuksesan itu.
Ada sebuah kisah. Koichi Tanaka, peraih hadiah Nobel bidang kimia (2002). Tanaka (43 tahun) adalah seorang salaryman (istilah untuk seorang karyawan perusahaan di Jepang) yang hanya sarjana S1 dari teknik elektro, Universitas Tohoku. Hingga mendapatkan Nobel, ia belum bergelar doktor atau profesor.
Tanaka lahir ke dunia tanpa sempat mengenal wajah ibunya, yang meninggal dunia karena sakit sewaktu ia berumur kurang dari satu bulan. Jalan menuju sukses ternyata justru berawal dari kematian ibunya karena sakit ini. Peristiwa tragis yang menimpa ibunya itu membuat Tanaka kecil bercita-cita dapat menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk menolong umat manusia.
Selepas menyelesaikan kuliah di Universitas Tohoku (1983), Tanaka diterima kerja di Shimadzu Co. Ia memilih tempat pekerjaannya ini agar dapat melakukan riset untuk dapat menolong umat manusia. Dengan kedisiplinan dan kerja keras, ia akhirnya bisa menjadi kimiawan besar yang hasil temuannya mengantarkannya mendapatkan Nobel di bidang kimia.
Ketika ali bin abi thalib terbaring sakit, wasiat pertama yang ia berikan kepada anak beliau adalah, “ Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, serta teratur dan disiplin dalam kehidupan”
Imam Ali bin Abi Thalib berkata “seorang muslim harus memetakan waktunya dalam satu hari menjadi tiga bagian, waktu untuk Allah, waktu untuk mencari nafkah, dan waktu untuk kepentingan pribadi”
Artinya adalah kita harus membagi waktu kita sesuai kebutuhan, dengan kata lain kita harus menghindari pola hidup yang berantakan, tidak teratur, yang dapat membunuh potensi, dan mengabaikan kemampuan.

By: Arief Hidayat

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Sopan dan Santun :)