Wednesday, October 31, 2012

Sarasehan bersama LDK Suka dan KEDUBES AS



“ISLAM DI AMERIKA”

Bagaimanapun juga dakwah akan tetap menemukan jalan. Saat tetes air mata membahasi, saat keringat mengalir, ketika raga lelah menatap terjangan duri, dakwah ini akan tetap bergegas, berjalan, bahkan berlari tertuntun rapi oleh petunjukNya. Hal ini begitu nyata, saat kita kadang terlelah oleh fitnah, ancaman, serangannya. Saat itu tumbuhlah mekar bunga-bunga keimanan di negeri mereka sendiri. Apa yang coba mereka padamkan, ternyata menyala terang memancarkan kesejukan ketauhidan. Inilah gambaran yang terbahas dalam sarasehan ini. Kerinduan akan saudara-saudara kami seiman terbuncah mendegar semangat dakwah mereka.

Ketika Islamphobia atau ketakutan berlebihan  orang terahadap islam itu muncul  serta rasa sentiment negative kita khususnya di Indonesia terhadap Amerika, yang ternyata disana banyak saudara-saudara kita, menghadirkan adanya sarasehan yang diadakan LDK UIN Sunan Kalijaga  pada hari selasa, 23 oktober 2012 bertepat di Teatrikal Pusat Bahasa UIN. Alhamdullah Sarasehan ini mendatangkan langsung Kristen Beuver dan Hilary C.Douer selaku Kedubes Amerika Serikat  untuk Indonesia dengan mengangkat tema “Islam di Amerika”. 

Kristen bouver selaku wakil kedubes AS menjelaskan bahwa saat ini  agama islam menempatkan dirinya sebagai agama tercepat perkembagannya. Hal ini karena negara menjamin kebebasan dalam menjalankan agama, karena hak agama merupakan hak mendasar setiap manusia. Saat ini di Amerika  terdapat umat muslim sekitar 3 sampai 8 juta jiwa dengan kurang lebih 2000 masjid. Selain itu di Amerika juga terdapat banyak sekolah muslim. Tiada pembatasan orang muslim untuk menempuh karir tertentu semisal di militer, entertaintment, dan politik. Adanya tokoh seperti Keith Elison, Andre Carson yang duduk di konggres membuktikan minimnya diskriminasi Negara terhadap orang muslim,”tambah Kristen”.

Terkait dengan film IOM (innouncent of muslim), Kristen menjelaskan bahwa film itu tidak patut ditonton, tetapi perlu diingat bahwa negaranya adalah Negara kebebasan, tetapi disisi lain juga  dibangun rasa toleransi.  Didalam masyarakat yang besar pasti ada yang mengekxspresikan kebencian yang dilakukan golongan satu terhadap golongan lain termasuk terhadap Islam. Di Amerika sendiri, film itu hanya ditonton oleh sedikit orang.

Dalam sarasehan ini tidak hanya membahas tentang islam di Amerika, tetapi juga  banyak sekali perdebatan mengenai batasan tentang kebebasan berekspresi, penodaan agama. Tidak hanya itu, info tentang beasiswa, bagaimana studi di Amerika menambah antusiasme peserta.
Muhammad Ibnu Rusydi selaku ketua Lembaga Dakwah Kampus UIN mengharapkan dengan adanya ini supaya kita sebagi umat islam bisa lebih mengenal bagaimana kehidupan saudara-saudara kita di Amerika. Selain itu agar umat islam juga lebih bisa mengecek kebenaran berita terlebih dahulu, karena terkadang media sering memperbesar-besarkan masalah atau membuat propaganda untuk kepentingan pihak tertentu.

Adanya serangan 11 september, berbagai pelecehan seoalah-olah menjadi jalan sendiri bagi  keimanan orang di Amerika. Mirip seperti perjanjian Hudaibiyah, yang seperti merugikan kaum muslim. Tapi terjawab dengan keuntugan yang besar dipihak islam. Mereka hendak memadamkan cahaya Allah, tapi  justru cahaya itu semakin terang.

Begitulah dakwah. yang terkadang kita mengeluh dan menggerutu apa yang telah kita dapatkan selama perjuangan ini, seketika itu Allah langsung menjawab. tidak hanya disini tapi di seberang sana. Dakwah ini telah menemukan jalannya. Tak ada yang tak mungkin, matahari itu akan benar terbit dari barat , matahari keimanan, persaudaraan yang telah menyatu dibawah nama Allah. Semoga..

antusiasme para peserta





0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Sopan dan Santun :)