Wednesday, March 21, 2012

SMSmu HARIMAUmu..!!!

SMS-mu HARIMAU-mu

Sms, ??? ada apa dengan sms..
Tentu setiap dari kita pasti sudah mengenal yang namanya sms... ya iyalah, sejak hp marak beredar di kalangan kita, sejak saat itulah berkomunikasi lewat sms mulai marak berkembang juga. Komunikasi menjadi begitu mudah dan simpel lewat sms, hmmm apalagi ketika para provider layanan komunikasi mulai berlomba-lomba menarik masa dengan memberi bonus-bonus yang super. Alhasil biaya sms pun menjadi begitu murahhhhh banget     -itu bagi orang-orang  yg merasa mampu aja sih, tapi bagiku yang uang saja masih meminta ke ortu, itu masih mahal kok...-
          
            Bahkan saat ini sms sudah begitu menadi candu di kalangan masyarakat, apalagi anak muda. Setiap detik tak lepas tangannya dari memegang Hp, walau sekejappun. Sekedar mengirim sms sepele untuk teman-teman atau apa sajalah, sampai teman seribu di sisi bagaikan patung hiasan yang menemani duduk. Terkadang  juga tersenyum-senyum ketika membaca pesan yang masuk, tapi justru memasang muka asam ketika memandang seseorang yang lewat depan mata kita.

           Kalau kata iklan, ‘hadirmu mengalihkan duniaku’, mungkin itu sangat tepat kita tujukan untuk Hp. Ya..ya..ya.. kita tidak boleh menyalahkan Hp begitu saja, karena tak dipungkiri kita banyak terbantu dengan adanya. Hanya saja mungkin kita yang kurang pandai dalam mengontrol penggunaan dan pemanfaatannya, sehingga ada sisi sisi negatif yang timbul dengannya. 
Seperti pengalaman yang pernah aku alami ini. Pengalaman yang membuatku sedikit berhati-hati dengan yang namanya SMS, bahkan sangat hati-hati... Membuatku tak begitu berselera dengan sms meskipun bonus bejibun banyaknya, kecuali sms yang memang begitu penting dan sangat perlu demi kemaslahatan dan hajat orang banyak maka aku harus tetap ber-jibaku dengan sms.

     Berawal ketika aku berganti nomer, yang ternyata jauh lebih murah biayanya dibanding dengan nomerku yang lama. Merasakan kegirangan karena murahnya itu, aku jadi suka sekali ber-sms ria, apa saja... entah hanya sekedar me-forward kata-kata motivasi, kata-kata indah atau bahkan hadist dan ayat-ayat al-quran. Rasanya senang ketika bisa berbagi kata-kata begitu pikirku. Senang ketika orang yang kita sms bisa termotivasi oleh sms kita. Senang ketika orang lain bisa mendapat pelajaran dari sms itu.
Itu semua yang aku pikirkan, bukan yang lain. Terlepas dari pikiranku dan bagaimana orang lain memikirkan tentang sms dariku. Jujur aku sama sekali tidak berniat untuk menggurui melalui sms-sms itu, atau bahkan merasa sok pinter atau sok bisa. Apalagi menjadi sok paling sempurna / baik dengan smsku. Sungguh,,..sungguh dan sungguh sama sekali tak ada niat seperti itu.
Awalnya aku merasa baik-baik saja dengan kegemaranku mengirim sms/ kata-kata ke teman-teman... sampai suatu ketika aku merasa -bukannya Suudzan loh...- bahwa ada beberapa orang yang menganggap bahwa aku mengguruinya lewat sms ku itu. Astaqfirulah...-sungguh bukan itu maksudku, jika memang ada yang merasa begitu-. Kalau boleh jujur, justru sms-sms yang aku kirim itu adalah suatu pelajaran yang sudah mengena bagiku, yang sangat cocok untukku, makanya aku ingin membagi sms yang telah memberi pelajaran dan hikmah bagiku itu.
     
     Kemudian,,, selanjutnya, aku memang orang yang sangat gemar dengan kata-kata, terkadang orang sms hanya satu kata saja tetapi aku membalasnya dengan berrrrrr...puluh-puluh kata, hmmm memang itu sudah menjadi ciri khas ku,-sms dengan kata-kata panjang-. Bagi orang yang tak suka bertele-tele mungkin akan -merasa idihhh apaan sih...-, tapi mau gimana lagi, itulah aku... “it’s me”. Bahkan aku selalu merasa lebih senang ketika smsku dibalas dengan jawaban panjang, meskipun sebenarnya intinya hanya sedikit, dari pada sms yang pendek. Entah kenapa, aku juga tak tahu, yang jelas aku suka dengan jawaban panjang.

    Nah, dari kebiasaanku sms panjang itu, terkadang timbullah kesalahpahaman. Karena bahasa sms/tulisan kita tak selalu terbaca sesuai dengan maksud kita yang  sebenarnya. Ada yang salah paham dengan kata-kata kita, maksudku “A” tapi mereka menangkapnya “B”.  Begitulah... aku sadar, sepenuhnya aku salah karena tulisan itu...hmmmmm berat rasanya untuk menjelaskan, aku hanya membiarkan niat dan maksudku yang sebenarnya diketahui oleh Allah dan aku, jika memang orang lain sulit untuk mengerti... . Ya... dan aku juga yakin maksudku yang sebenarnya  juga  akan dipahami setidaknya oleh setiap kata yang aku tulis.

     Sekarang aku, menjadi seorang yang sedikit trauma dengan SMS. Kebiasaanku berubah derastis. Mungkin aku akan mengalihkan kegemaran itu dengan jalan lain, seperti menulis kisah ini. Meski tak bisa berbagi kata-kata sesering dulu dengan yang lain, tapi aku cukup bahagia hanya bergelut dengan kata-kataku sendiri.

     “Ya Allah bantu aku agar mereka tak salah mengartikan kata-kataku... bantu mereka untuk memahami kata-kataku....”
Memang sedih rasanya dianggap begitu padahal  sebenarnya tidak begitu. Semoga kata-kataku bisa menyampaikan pesan yang sebenarnya,
lewat angin yang berhembus...
lewat air yang mengalir...
lewat rintik hujan atau,
lewat terik sinar mentari....
ya terserahlah lewat mana,
jika memang lewat SMS meruntuhkan semua kata-kata...

     Semoga Allah mengampuniku jika terdapat kesalahan dalam niat tulusku,
Dan pelajaran berharga yang ku dapatkan, bahwa aku harus berhati-hati dalam setiap kata yang kutulis maupun yang ku ucap, karena kita tak bisa mengira dalamnya hati seseorang.

Kembali Alah membuktikan cinta-Nya untukku,
Alhamdulillah_segala puji hanya bagi-Nya

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Sopan dan Santun :)