Monday, March 19, 2012

Karena Engkau Sahabatku

Oleh : Doni Putra *

Suatu hari dua sahabat akrab berjalan-jalan di tengah padang pasir, entah kenapa tiba-tiba keduanya bertengkar. Sehingga salah seorang dari keduanya menampar pipi (muka) sahabatnya, namun sahabat yang di tampar hanya diam, bersabar dan tidak membalas tamparan temannya.


Lalu sahabat yang di tampar tadi merungkuk kearah pasir lalu menulis sebuah kalimat dengan telunjuknya "Hari ini, sahabat yang paling aku cintai memukul pipiku".

Setelah itu keduanya melanjutkan perjalanan, hingga mereka menjumpai sebuah OASE (perteduhan di padang pasir), lalu mereka memutuskan agar saling bermaafan.

Namun beberapa langkah ketika keduanya mencari tempat duduk, tiba-tiba kaki sahabat yang di tampar tadi menginjak pasir yang rupanya berlubang, sehingga membenamkannya. Namun dengan refleks (faj'ah) sang sahabat meraih tangan sahabatnya, sehingga dia menyelamatkannya.

Setelah dia selamat dari kematian, lalu sahabat yang di pukul tadi berjalan menuju sebuah batu, lalu mengkukir sebuah kalimat "Hari ini sahabat paling aku cintai menyelamatkan hidupku".

Sahabatnya keheranan dengan perlakukannya, lalu menanyainya: "Kenapa kamu menulis diatas pasir setelah aku memukulmu, dan sekarang setelah aku menyelamatkanmu engkau menulis pula di atas batu?"

Sahabatnya menjawab: "Kita harus menulis segala kekhilafan, pertengkaran dan kesalahan diatas pasir, agar angin padang pasir menghapus kalimat tersebut. DAN kita harus mengukir kebaikan, pengorbanan dan nilai persahabatan kita diatas batu, karna sekeras apapun angin yang datang ia tidak akan melenyapkannya (menghapusnya)".
.
Pelajaran:

Dari kisah pendek ini kita bisa mengambil pelajaran penting bagi persahabatan kita:

- Bahwa kita jangan terlalu cepat membalas kesalahan teman dengan kesalahan pula, apalagi memutuskan hubungan persahabatan. Karna alangkah baiknya salah satu pihak bersabar, dan memaafkan kesalahan temannya.

- Jangan berbantahan dengan sahabatmu karna yang demikian itu hanya melahirkan permusuhan, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Tidak ada kaum yang sesat setelah petunjuk mereka terima selain pendebat/pembantah”. (HR. Tirmizi dan di shahihkan oleh Albani).

Yahya Bin Abi Katsir dia berkata: “Berkata Nabi Sulaiman: “Wahai anakku! Janganlah kamu suka berdebat; karna padanya tidak terdapat manfa’at, dan ia mewariskan permusuhan antara saudara”.

- Kita harus menjunjung tinggi nilai persaudaraan, ukhuwah, saling mencintai karena Allah. Karna orang yang salaing mencintai karena-Nya, akan mendapat perlindungan Allah kelak di akhirat. Firman Allah Ta’ala dalam Hadits Qudsi:
أَيْنَ الْمُتَحَابُّونَ بِجَلالِي , الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِي ظِلِّي يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلا ظِلِّي
“Dimana orang yang salaing mencintai karena-KU? Hari ini aku akan melindunginya, dihari yang tidak akan ada perlindungan melainkan perlindungan-KU”.

- Cintailah apa yang di cintai sahabat kita, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
“Belum dinyatakan beriman (belum sempurna iman) salah seorang dari kamu, hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. BUkhari dan Muslim).

- Tasamuh (saling memaafkan) adalah salah satu rukun PERSAHABATAN.

- Apabila kita mencintai saudara kita, maka ungkapkanlah kepadanya “Aku mencintaimu karena Allah”. Karna yang demikian akan menambah nilai ukhuwah dan persahabatan kita.

- Dan sebaik-baik sahabat adalah salaing menutup kekurangan dan aib mereka masing-masing, karna keduanya sama-sama punya kelebihan sehingga menutup kekurangan yang lainnya.
.
Selamat mencoba!
.
Allahu A’lam.. 

*Penulis adalah Anggota LDK Sunan Kalijaga.

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Sopan dan Santun :)