Friday, March 16, 2012

Bukan Sekedar Celotehan

Sabtu pagi, 28 Januari 2012 –prepare S@tson (Saturday sonten) Goes to School

Suatu waktu di pepustakaan masjid Syuhada. Kejadian ini mungkin tak dapat saya temui jika saya gak gabung jadi anggota Sm@rt Fighter), pada pagi itu saya sedang buat slide video untuk presentasi ‘S@tson Goes to School’ dengan mbak Prita, ketika itu beberapa siswi SD (kira-kira kelas 4-5) yang istirahat dhuha sedang bercengkrama di deket saya dan mbak Prita, (karena masjid Syuhada satu komplek dengan SD IT Masjid Syuhada dan SMP IT Masjid Syuhada). Salah satu dari mereka melepaskan kerudung/jilbabnya di perpustakaan masjid, spontan salah satu temannya (yang mungkin karena ada saya #mungkin) berkata “eh, kamu udah baca sms yang tak kirim kemarin belum?” temannya yang ditanya (yang melepas jilbabnya) tidak begitu merespon pertanyaan temannya, alias cuek. Merasa pertanyaannya tak dijawab si anak tadi langsung berkata “sms yang tak kirim kemaren isinya penting loh... isinya tuh tentang perempuan gak boleh buka jilbabnya sembarangan (maksudnya sembarang tempat -red), apalagi auratnya juga keliatan, perempuan itu cuma boleh ngeliatin auratnya sama suaminya aja, gitu...”Temannya yang membuka jilbabnya tadi, kembali menggunakan jilbabnya karena merasa diingatkan oleh temannya.

Spontan saya dan mbak Prita yang mendengar celoteh (yang bukan sembarang celoteh) anak itu jadi tersenyum geli, karena tak menyangka apa yang dikatakan anak tersebut tadi untuk mengingatkan temannya yang membuka jilbabnya adalah sebuah perkataan polos anak-anak. Seketika beberapa anak lain termasuk anak tadi yang berbicara menengok ke arah kami, saya dan mbak Prita diam pura-pura tak dengar, karena masih agak geli, saya senyam-senyum sambil tutupan leptop. Anak tadi dan beberapa temannya yang lain masih melihat ke arah saya dan mbak Prita dengan wajah polosnya, dan hal ini yang makin membuat geli, yah namanya juga anak-anak. Kata-kata anak kecil tadi yang membuat terngiang dan geli adalah kalimat terakhirnya “. . . perempuan itu cuma boleh ngeliatin auratnya sama suaminya aja, gitu...” Nah kalau yang bagian ini anak kecil itu ngerti maksudnya gak sih? Hmm. . . #sudahlah namanya juga anak-anak masih polos.
“karena dibalik yang terjadi pasti ada hikmahnya untuk kita. . .” Sepotong bait lagu Hikmah dari Tashiru ini cukup cocok untuk menggambarkan kejadian tadi (tapi yang tahu lagu penuhnya pasti bilang gak cocok). Sebagaimana yang telah dipaparkan #eaa, kejadian tadi memang membuat geli, tetapi dibalik itu ada sebuah makna yang luar biasa, seorang anak perempuan kecil yang mulai paham betapa pentingnya menggunakan jilbab, termasuk menutup aurat,

“...Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam...”  –An Nuur : 31

jika tiap anak sudah dididik semendjak kecil untuk taat agama, berbakti dan patuh pada orangtuanya, takut pada Tuhannya, cinta pada Rasulnya, dan banga pada agamanya(pinjem kata-kata Pak Kiai Lutfi – KCB Movie 2) InsyaAllah ketika besar nanti bisa menjadi anak yang sholeh – sholehah dambaan orangtua. #InsyaAllah :D

*Dikutip dari Note teman saya IQBAL AZAM VOICE.

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan Sopan dan Santun :)